Selasa, 13 Mei 2008

Hati Ibu bak Bunga semerbak...


Aceh adalah stase ku yg berikutnya,telah kulewati. Sebulan bulanlah waktu sebentar tapi kok rasanya cepet banget ya. Begitu banyak kenagan yg menarik dari aceh. Bahasa, kehidupan masyarakatnya dan lain-lain. Klo ada yg udah pernah ke aceh akan merasakan bahasa mereka rata2 hanya punya satu suku kata. Misalnya air --> i, kelapa --> u jika mereka menawarkan air kelapa ngomongnya seperti ini "jib i u" hehehe. Ada yg lebih lucu lagi klo mau buang air kecil mereka bilang "tuh i" (jatuh air=kencing). Ya kan ayo yg dari aceh ngaku aja deh hehehe.
Trus berikutnya mengenai kehidupan mereka. Sekarang sangat berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika masih perseteruan GAM-TNI,mereka punya jam malam. Jadi diatas jam 9-10 malam mereka tidak boleh lagi keluar rumah. dan yg jelas mereka hidup dalam ketakutan,memikirkan bagaimana cara aman untuk hari berikutnya (gitu banget ya,rasanya ga gitu2 kali) tapi sekarang bagi yg udah pernah ke aceh apalagi banda acehnya, jam 12 malam masih banyak yg berlalu lalang dengan motor. Makanya untuk kasus trauma cukup banyak. Kadang aku berpikir ini efek dari ketertutupan dulu hingga mereka begitu euforianya.
Namun dari itu semua di Aceh saya berkenalan dengan seorang ibu, yg punya 2 org anak begitu tetlaten dan sabarnya beliau mengasuh anaknya hmm bahagianya. Namun ada yg terselib kegelisahan dibalik itu. Anak yg kedua umur baru 2 tahun, tp sang Ibu merasakan di beberapa tangan dan tungkainya ada beberapa tonjolan keras yang beliau rasakan. Tapi si anak masih ceria bermain dgn kakak tanpa ada rasa kesakitan. Beliau udah bawa kemana2 termasuk ke Penang yg emang jadi favorit bagi yg berduit. Namun si Ibu tetap minta tolong coba diperiksa anaknya. Sebenarnya beliau udah banyak tau mengenai penyakit anaknya,namun ingin ada pendapat yg lain kali hmmm.
Dari cerita si Ibu aku mulai menduga beberapa masalah. trus aku periksa emang ada beberapa tonjolan di ujung tulang2 si anak,banyak emang. Kukatakan bahwa ini yg dinamakan Multiple Enchondromas atau Ollier Disease seperti posting aku sebelumnya. Bagi yg belum baca silahkan dibuka lagi.
Banyaknya pertanyaan si Ibu, dari apa penyakitnya,efek,prognosisnya, dan emang klo aku jawab saat itu akan menjadi beban berat bagi dia. Skrg mudah2an beliau udah banyak tau dan sabar menghadapinya. (aku merekomendasikan beberapa situs untuk dibuka utk lebih kenal lagi dengan penyakit anaknya)
Tapi dari semua itu aku merasakan bahwa sang Ibulah yg akan punya sense bagaimana anaknya kedepan nanti dengan penyakit seperti itu. Hal2 yg kecil akan terpikirkan. Yah begitu Ibu, 9 bulan mengandung kita emang memberikan efek yg amat besar ama perkembangan anak2nya. Sangat dilaknat 4JJI lah bagi yg menyia2kan anaknya. Silakan komentarnya ya. Terimakasih.

Kamis, 08 Mei 2008

Keluarga...


Keluarga...yah disitu tertera dan tersirat betapa beratnya tanggungjawab yg di emban. Menjadikan istri yg solehah dan anak2 soleh dan solehah juga. Tp dengan keluarga pulalah kita dapat berkeluh kesah,berbagi dan saling memberikan usulan utk pemecahan masalah2 yg terus ada. tempat kita bermain,bersenda gurau dan sangat luar biasa lagi hidup kita akan begitu berarti. Tanggungjawab apapun beratnya akan terasa ringan... duh indahnya...
Tapi, aku sendiri belum bisa sesempurna itu, anak dan istri sering ditinggal. Pulangpun itu hanya beberapa hari plg lama yah hanya 4 hari itupun di hari2 weekend. Beda ama Hardisman sahabatku bisa memboyong keluarga ampe ke aussie. Yaaah mudah2an Allah akan memberikan yang terbaiklah...

Selasa, 22 April 2008

OLLIER DISEASE

Enchondromatosis, or multiple enchondromas, refers to a group of disorders of which Ollier disease is the best known. This is nonhereditary disorder which usually presents in childhood. Nominally, the disease consists of multiple enchondromas. However, on radiographs, streaks of low density are seen projecting through the diaphyses into the epiphyses of the long bones, due to ectopic cartilage deposits. With age, the cartilage may calcify in the typical "snowflake" pattern. The affected extremity is shortened (asymmetric dwarfism) and sometimes bowed due to epiphyseal fusion anomalies.

Patients are at risk for development of sarcomas, specifically osteosarcomas and chondrosarcomas. These occur in approximately 25 % of patients.

Mafucci syndrome represents enchondromatosis with oft tissue hemangiomas, usually in the hands and feet. As with Ollier disease, there is typically a shortening of the long bones. These patients are at higher risk for sarcomatous transformation of both the vascular and cartilaginous portions of the disease.

Sabtu, 12 April 2008

Muthia ku

Muthia sedang bermain di pantai. Yg terpikir kemudian setelah memposting video farah terlihat mereka sama2 pake baju yg sama. Tp yg begitu takut ombak --> farah, walau muthia tidak berani juga. Tp emang terlihat perbedaan mereka berdua muthia gesit gitu orgnya namun farah sangat feminim. Ya Allah begitu banyak nikmat yg telah Kau berikan, jadikanlah hambaMu ini menjadi hamba yg selalu bersyukur. video

Anakku - Penyejuk Hatiku

Anak adalah penyejuk hati. demikian kata2 itu selalu ada pada buku2 ato majalah yg mengupas bagaimana mendidik anak. Hari2 yg kita lalui bersama anak mengalir penuh makna. keluguan dan kelucuan selalu menghiasi hari-hari.
video

Rabu, 09 April 2008

Patah tulang untuk org bego


Tergelitik mengenai kekonyolan yang terjadi di masyarkat kita mengenai perilaku dan sikapnya ketika berhadapan dengan patah tulang. Di kebanyakan masyarakat kita yang sebagian besar adalah masyarakat miskin dan masyarakat berpendidikan terbatas (pendidikan rendah) seringkali kita mendengar bahwa ketika terjadi cedera pada tangan, kaki atau pinggang apapun sebabnya maka pertolongan yang dicari pertama kali secara spontan adalah ke tukang urut ( dengan istilah lain dukun urut, pengobatan alternative, dsb). Seolah seperti salah satu iklan yang mengatakan kalau patah ke dukun urut aja. Fenomena ini walaupun sebagian besar terjadi pada kebanyakan masyarakat berekonomi lemah dan berpendidikan rendah ternyata juga kita temukan pada sebagian kecil masyarakat berpendidikan tinggi dan berekonomi kuat. Tidak jarang kita menemukan seorang yang menyandang suatu gelar terhormat dan berduit banyak mengunjungi dukun patah untuk mendapatkan pertolongan terhadap cedera yang di alaminya.

Ingin saya berbagi cerita mengenai kasus kasus patah tulang yang datang ke saya dalam kurun waktu 2004 sampai dengan 2007. Penderita ini saya kelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok pertama adalah penderita yang sudah berobat ke dukun urut sebelum datang ke rumah sakit, kelompok kedua adalah penderita patah tulang yang merencanakan berobat ke dukun patah setelah mendapat pertolongan dokter di rumah sakit dan kelompok ketiga adalah penderita yang menjalani kedua pengobatan dukun patah dan rumah sakit dalam waktu bersamaan.

Ini beri judul ‘patah tulang untuk orang bego’ yang terkesan menghina dan menggunakan kata bego dimaksudkan hanyalah untuk menyadarkan kita akan kesalahan tidak rasional yang kita perbuat yang sebenarnya dapat dengan mudah kita perbaiki. Pun kata bego dimaksudkan untuk menarik perhatian kita akan fenomena yang terjadi di masyarakat luas yang seolah-olah tindakan yang salah itu terlihat seperti suatu kebenaran.

Akhirnya marilah kita membaca buku ini dengan santai dengan kepala dingin sambil membuka wawasan kita untuk melihat betapa kita adalah suatu bangsa yang masih perlu banyak bercermin pada diri sendiri.

Remaja belia nan terlilit oleh tumor ganas tulang lanjut karena berobat ke banyak dukun.

Remaja ini masih berumur 15 tahun ketika bertemu dengan saya di poliklinik ortopedi salah sebuah rumah sakit di Karawang. Dia mengeluh timbul benjolan di ujung paha kanannya yang semakin besar sejak 2 tahun ini yang membuat dia tidak bisa jalan, tidak bisa sekolah dan tidak nafsu makan. Benjolan itu semakin besar dan mulai timbul luka yang mengeluarkan cairan dan darah. Selain itu kedua tungkainya juga mengalami pembengkakan dan demikian pula dengan alat kemaluannya. Sehari-hari remaja belia ini hanya tiduran. Apabila mau buang air besar dia dibantu oleh ibunya yang sudah tua sementara bapaknya yang pensiunan polisi sudah meninggal dunia dua tahun yang lalu.

Kamis, 27 Maret 2008

Saudara-saudaraku yang selalu dicintai oleh Allah.
Hari-hari yang telah kita lewati akan selalu menjadi pelajaran yang tak terhingga manfaatnya.
Tp yg jelas itu akan menjadikan kita lebih dewasa dan bijak dalam menapak hari berikutnya, lebih bisa melihat kekurangan2 kita selama ini.
Tp akan lebih bermakna lagi ketika setengah agama (menikah) telah kita tunaikan, dengan berkeluarga kedamaian dan tentram menjadi menyejuk menghadapi masalah2 yang selalu kita temui. Kerikil2 kecil akan terus menerpa kita, tidak percaya klo ada yg mengatakan tidak ada masalah. Kesabaran adalah inti dalam penyelesaian masalah itu semua. Kepala dingin dan tenang, pabila pasangan kita lagi kalut kitalah pendamai hatinya dan pabila kita lagi kusut pasangan kita pulalah yang akan mengurainya dengan halus dan kelembutan.
Saudara-saudaraku kita tidak akan pernah sempurna apapun yang ada dan yang telah kita daptkan, dan pahami bahwa itu harus dihadapi dengan keikhlasan jangan ada kecewa atau gundah. Yaaahhhh ini hanya sedikit gejolak dihati yang ditumpahka disini untuk sama-sama kita renungkan dan mudahan ada temen2 yang mau berbagi. Insya Allah.....